Muwaddaah Madin dan TPQ Darussalam

Bagikan Artikel Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kudus – Rangkaian kegiatan belajar mengajar Madin dan TPQ Darussalam Getassrabi Gebog Kudus tahun ajaran 2015-2016 telah berakhir. Pada hari ini, Senin (30/5) dilaksanakan Akhirussanah Madin dan TPQ Darussalam di Gedung Darussalam Education Centre.

Siswa Madin Darussalam berjumlah 50 siswa terbagi dalam empat kelas. Namun karena keterbatasan ruang yang dimiliki, satu ruangan dipergunakan untuk dua kelas. “Meski dengan berbagai keterbatasan, Kami berharap lulusan Madin Darussalam semakin meningkat kualitasnya dari waktu ke waktu,” tutur Andi M Falah, Kepala Madin Darussalam.

Hadir dalam kesempatan tersebut, siswa dan wali siswa madin dan TPQ Darussalam.

Wisuda TPQ Darussalam

Pada saat bersamaan, dilangsungkan juga wisuda TPQ Darussalam. TPQ Darussalam diperuntukkan bagi anak usia 4 – 6 tahun. Karena belum memiliki gedung, saat ini kegiatan TPQ Darussalam menumpang di Musholla Darussalam sehingga suasananya kurang kondusif. Saat ini TPQ memiliki siswa sebanyak 30 anak.

Setelah pembangunan Darussalam Education Centre rampung, kegiatan pembelajaran TPQ Darussalam akan disatukan dengan Madin dan TPA (Taman Pengasuhan Anak).

Pembangunan Darussalam Education Centre

“Darussalam Education Centre adalah ikhtiar keluarga besar Muhammadiyah Getassrabi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan anak. Saat ini Kami ingin mengintegrasikan amal usaha yang Kami miliki di satu lokasi, karena itu Kami bertekad merampungkan pembangunan gedung, meski tertatih,” ungkap Muchtar, Ketua Ranting Getassrabi yang turut hadir dalam acara muwaddaah.

Disinggung mengenai progress pembangunan, Muchtar menuturkan sampai saat ini pembangunan telah mencapai 25% dari target dan sebentar lagi akan dilakukan pengecoran atap lantai 2 yang direncanakan pada pertengahan bulan Ramadhan nanti. “Kami sangat berterimakasih atas bantuan donatur yang terus mengalir sejak dilakukan launching oleh Sekum PP Muhammadiyah, Dr Abdul Mu’ti, M.Ed tanggal 3 April 2016 lalu.” terang Muchtar.

Upaya Penggalian Dana

Penggalian dana yang dilakukan warga Muhammadiyah ranting Getassrabi sendiri cukup unik, yaitu dengan cara jimpitan. Setiap malam, siswa madin berkeliling ke rumah warga persyarikatan dan mengambil jimpitan dari sekitar seratusan rumah warga. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok sehingga sebelum Isya sudah selesai dan dikumpulkan di rumah bendahara. “Setiap malam bisa terkumpul lebih dari Rp. 200.000,-,” jelas Supriyanto, Bendahara pembangunan.

Selain dari jimpitan warga ranting, titipan jariyah dan infaq dari warga persyarikatan di Kabupaten Kudus serta daerah lain sangat besar, melebihi perkiraan Panitia Pembangunan. “Bagi warga persyarikatan yang hendak berinfaq, Kami membuka stand setiap pengajian ahad pagi di aula Muhammadiyah, atau ditransfer melalui rekening yang tersedia,” pungkas Supri.

Baca juga


Bagikan Artikel Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *