Kisah Pilu Pembubaran Dauroh Tahfidz Muhammadiyah di Karimunjawa

Bagikan Artikel Ini
  • 527
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    527
    Shares

Jepara –darussalamcentre.org – Kegiatan Dauroh Tahfidz Muhammadiyah yang dilaksanakan oleh ITMAM (Ittihadul ma’ahid Muhammadiyah/ Persatuan Pondok Pesantren Muhammadiyah Indonesia) di Karimunjawa, Jepara, yang dimulai pada hari Senin (04/09) dibubarkan sebelum selesai. Kegiatan yang diikuti 47 peserta dari berbagai Pondok Pesantren Muhammadiyah se Indonesia ini sedianya dilaksanakan selama dua bulan (periode September – Oktober 2017) dengan target hafal 30 juz.

Daurah Tahfidz tersebut merupakan program jangka pendek dari ITMAM. Program  itu hanya 2 bulan per-angkatan dengan  dengan penyelesaian tergantung dari kemampuan masing-masing peserta yang terdiri dari santri – santri PontrenMU se-Indonesia. Dauroh Tahfidz yang dilaksanakan di Karimunjawa merupakan angkatan ke IX, rencananya akan dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2017. Selama ini, angkatan I-VIII dilaksanakan di Tawangmangu.

Kronologi Pembubaran Dauroh Tahfidz Muhammadiyah

Beberapa bulan yang lalu, Yayasan Bina’ Muwahidin yang berkedudukan di Surabaya menghibahkan beberapa unit bangunan (cikal-bakal pondok pesantren) kepada Muhammadiyah. Kehadiran Yayasan Bina’ Muwahidin dengan segala rencana kiprah dakwah Islamnya di Karimunjawa rupanya mendapat respon negatif dari pihak-pihak yang sekarang ini. Oleh karena itu, setelah melalui proses mediasi dan diskusi dengan berbagai pihak, Yayasan Bina Muwahidin kemudian menyerahkan bangunan tersebut kepada Muhammadiyah untuk selanjutnya pemanfaatan fasilitas tersebut dipercayakan kepada ITMAM.

Selanjutnya ITMAM bersama PDM Jepara berusaha mengadakan kegiatan untuk memanfaatkan bangunan yang telah diserahkan secara resmi kepada PP Muhammadiyah tersebut. Akhirnya, kegiatan dauroh Tahfidz yang selama ini dilaksanakan di Tawangmangu untuk angkatan ke IX akan dilaksanakan di Karimunjawa.

Rencana pelaksanaan kegiatan dauroh sendiri telah disampaikan kepada pihak Kecamatan, Koramil dan Polsek Karimunjawa. Surat pemberitahuan disampaikan sendiri oleh sesepuh PCM Karimunjawa, Bapak Sholikul kepada ketiga instansi tersebut.

Pembukaan dauroh dilaksanakan pada tanggal 4 September 2017. Acara pembukaan dihadiri perwakilan Polsek dan Koramil Karimunjawa. Secara umum, kegiatan pembukaan berjalan lancar hingga selesai. Namun kemudian, pada hari Kamis pagi ada kabar dari Pak Sholikul bahwa pada Rabu malam, 6 September 2017 telah berlangsung pertemuan yang diselenggarakan oleh Camat Karimunjawa yang dihadiri perwakilan PAC NU, PCM Muhammadiyah dan tokoh masyarakat Karimunjawa.

Dalam pertemuan tersebut, pihak NU mengusulkan kegiatan tersebut untuk dihentikan sekarang juga karena bangunan yang ditempati kegiatan belum memiliki IMB. Setelah melalui diskusi yang alot, ITMAM diberi waktu sepekan untuk menyelesaikan kegiatan.

“PDM Jepara sudah melobi ke PCNU Jepara, tapi semua dikembalikan ke PAC NU Karimunjawa. Kemudian setelah menemui PAC NU Karimunjawa, dikembalikan lagi ke PCNU Jepara. Jadi semua saling lempar-lemparan”, ujar Gardana, PDM Jepara.

“Untuk menghindari kekerasan, panitia akhirnya memutuskan hari ini memindahkan acara Daurah Tahfidzul Quran ke Tawangmangu, Karanganyar” tegas Ustadz Yunus selaku Ketua ITMAM.

Setelah resmi dihentikan, hari ini, Jum’at (08/09) seluruh peserta akan ditarik ke PDM Jepara untuk selanjutnya kegiatan dauroh akan dilanjutkan di Tawangmangu. Ustadz Yunus Muhammadi, akan menjemput seluruh peserta dauroh dengan menggunakan bus dari Solo. Selama transit di Jepara akan difasilitasi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jepara serta diamankan oleh Kokam dan MDMC sejak kedatangan di Pelabuhan Penyeberangan Kartini selama waktu yang dibutuhkan. (sam -dari berbagai sumber)

 

 

Baca juga


Bagikan Artikel Ini
  • 527
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    527
    Shares
2 Comments

Leave a Reply to admindarussalamcentre Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *