Klarifikasi PDM Jepara dan PCNU Jepara soal Daurah Tahfidz, Ini Poin Kesepakatannya

Bagikan Artikel Ini
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares

Jepara – darussalamcentre – Dalam sepekan terakhir, pemberitaan mengenai pembubaran daurah tahfidz quran ITMAM (Ittihadul Maahid Muhammadiyah) di Karimunjawa menjadi bola liar yang semakin tidak terkendali. Kronologi peristiwa tersebut dapat dibaca dalam artikel ini. Saling silang pemberitaan di media sosial ternyata menyita perhatian masyarakat, bahkan eskalasi pemberitaan hingga skala nasional. Diantara media yang intens memberitakan topik ini adalah sangpencerah.id dan dutaislam.com. Menyikapi hal tersebut serta mencegah ekses negatif dari liarnya pemberitaan dan diskursus di media sosial tersebut, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jepara dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kabupaten Jepara menggelar pertemuan yang difasilitasi oleh Kepolisian Resort Jepara pada hari Ahad (10/09). Pertemuan tersebut menghasilkan Klarifikasi PDM Jepara dan PCNU Jepara soal dauroh tahfidz.

Poin Kesepakatan Klarifikasi PDM Jepara dan PCNU Jepara

Dalam kesepakatan Klarifikasi PDM Jepara dan PCNU Jepara yang ditandatangani oleh Ustadz Sadali selaku ymt Ketua PDM Jepara dan K.H Ubaidillah Noor (Gus Ubaid) selaku Rais Syuriyah PCNU Jepara serta disaksikan oleh Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K, Ketua MUI Jepara, Dr. H. Mashudi, M.Ag, perwakilan FKUB Jawa Tengah untuk Jepara, H. Badrudin, S.Ag, MH, perwakilan Bakespangpol dan Dishubkominfo Kabupaten Jepara tersebut, tertuang sejumlah poin kesepakatan sebagai berikut.

  1. Pemberitaan bahwa telah terjadi penolakan dan pengusiran santri adalah TIDAK BENAR;
  2. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jepara dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jepara sepakat menyikapi persoalan tersebut dengan mengedepankan Ukhuwwah Islamiyah, Ukhuwwah Wathaniyyah dan Ukhuwwah Basyariyyah serta tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Menyepakati agar gedung yang diwakafkan pada PP Muhammadiyah tersebut dihentikan (dimauqufkan) penggunaannya untuk beberapa waktu sampai dengan segala sesuatunya terpenuhi.
  4. Mengintensifkan komunikasi semua pihak dan mewaspadai terhadap paham radikalisme serta pihak lain yang hendak memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa.

Kunjungan LBH Muhammadiyah Jawa Tengah

Secara terpisah, pada hari Senin (11/9) ini, Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah akan mengadakan kunjungan silaturrahim kepada sejumlah institusi di Kabupaten Jepara. Sejumlah institusi yang akan dikunjungi yaitu Kapolres Jepara, Dandim 0719 Jepara, PCNU Kabupaten Jepara dan PCM Karimunjawa di Kantor PDM Jepara. Tujuan dari silaturrahmi ini adalah untuk mendapatkan data yang sebenarnya bukan data yang berkembang di media sosial.

Baca juga


Bagikan Artikel Ini
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *