Bagikan Artikel Ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Kudus merupakan kabupaten terkecil di Provinsi Jawa Tengah. Luas wilayahnya hanya 42.516 hektar, namun demikian Kota bersejarah ini memiliki banyak obyek wisata yang layak dijelajahi. Tempat wisata ini sering dijadikan sebagai spot foto oleh para fotografer profesional atau mereka yang sekedar ingin eksis di media sosial. Berikut beberapa objek wisata yang bisa Kamu kunjungi saat berkunjung ke Kota Kudus.

Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK)

Gerbang Kudus Kota Kretek di malam hari

Memasuki Kota Kudus dari arah selatan, tepatnya di perbatasan Kabupaten Kudus dengan Demak, Kamu akan disambut dengan sebuah gerbang megah, yang terbesar di Asia Tenggara. Ya, gerbang ini dinamakan Gerbang Kudus Kota Kretek yang dibangun sejak bulan April tahun 2014 dan diresmikan pada tanggal 27 April 2016. Gerbang ini menegaskan identitas Kudus sebagai Kota Kretek.

Museum Kretek Kudus

Diorama Museum Kretek

Museum Kretek berada di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus, 3 km dari Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. yang dibuka pada 3 Oktober 1986, menyimpan peralatan pembuatan rokok kretek dan klobot, foto, dan diorama. Museum Kretek didirikan bertujuan untuk menunjukan bahwa kretek berkembang sangat pesat di Tanah Jawa khususnya di kota Kudus. Museum ini memperkenalkan sejarah kretek hingga proses produksi rokok kretek, mulai dari pembuatan secara manual sampai menggunakan teknologi modern. Museum Kretek merupakan satu-satunya museum rokok di Indonesia. Tersimpan di dalamnya 1.195 koleksi mengenai sejarah kretek di Kabupaten Kudus.

Tugu Identitas

Tugu Identitas Kudus saat malam hari

Tugu Identitas Kudus merupakan monumen perjuangan rakyat Kudus dalam merebut Kemerdekaan Republik Indonesia. Tugu ini dibangun mulai tanggal 25 Mei 1986 dan peresmiannya dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ismail, pada tanggal 28 September 1987. Bentuk keseluruhan Tugu Identitas Kudus merupakan stailisasi Menara Kudus, yang selama ini telah dinyatakan sebagai bentuk bangunan yang menjadi ciri khas daerah Kudus dan telah menjadi Lambang Daerah Kabupaten Kudus. Tinggi Tugu Identitas adalah 27 meter, merupakan perpaduan angka 2 (dua) dan 7 (tujuh) yang berjumlah 9 (sembilan), melambangkan Wali Songo (Wali Sembilan), yang 2 (dua) diantaranya berada di Kudus, yaitu Sunan Muria dan Sunan Kudus.

Situs Purbakala Patiayam
Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus, dimana pengunjung bisa melihat fosil gading gajah purba, gigi geraham Homo erectus, badak, buaya, harimau dll.

Menara Kudus

Musisi Amerika, Raef saat mengunjungi Menara Kudus

Masjid Menara Kudus dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 M atau sekitar 956 H yang konon menggunakan batu Baitul Maqdis dari Palestina sebagai batu pertama. Masjid Menara Kudus  memiliki bentuk yang unik terutama pada bangunan Menara karena merupakan gabungan dari unsur budaya Islam dan Hindu. Dahulu wilayah Kudus merupakan wilayah dengan mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha. Keberadaan dakwah Sunan Kudus di Kudus tentunya membutuhkan strategi khusus agar dapat diterima masyarakat Kudus waktu itu. Oleh karena itu Sunan Kudus berinisiatif untuk membuat bangunan masjid yang diberi unsur kebudayaan masyarakat setempat yaitu Hindu dan Budha. Pembangunan Masjid Menara Kudus didokumentasikan dalam sebuah prasasti pada batu selebar 30 cm dan panjang 46 cm yang terletak pada mihrab masjid yang ditulis dalam bahasa Arab. Menara Kudus terletak di Desa Kauman Kecamatan Kota. Setiap harinya, kompleks Menara Kudus didatangi oleh ribuan peziarah yang datang dari berbagai pelosok nusantara bahkan luar negeri, misalnya musisi muslim Amerika, Raef yang baru saja berkunjung ke Menara Kudus.

Makam Sunan Muria

Buah Parijoto, salah satu daya tarik Wisata Muria

Makam Sunan Muria terletak di lereng Gunung Muria di Kabupaten Kudus Jawa Tengah atau tepatnya beralamat di Desa Colo Kecamatan Dawe Kab. Kudus. Dari Terminal Kudus, anda dapat naik angkutan kota yang langsung menuju ke Muria, yaitu jurusan Colo. Kawasan wisata Colo, Kudus, dengan menaiki sekitar 700 undak-undakan dari pintu masuk di dekat area parkir kendaraan, atau jika lelah pengunjung juga bisa naik ojek.

Di sekitar Makam Sunan Muria, anda juga dapat menikmati berbagai produk asli dari warga sekitar, misalnya kopi, pisang byar, jeruk pamelo, rambutan, durian dll. Namun produk yang bisa dibilang unik adalah buah parijoto. Parijoto merupakan buah asli Gunung Muria. Masyarakat setempat percaya bahwa seorang ibu yang sedang mengandung apabila memakan buah parijoto maka anak yang dilahirkan akan apabila perempuan maka akan menjadi cantik dan apabila laki-laki maka akan memiliki wajah yang tampan. Cantik dan tampan ini masih simpang siur apakah dalam arti fisik maupun perangainya. Ya, namanya juga mitos yang berkembang di masyarakat, bisa benar bisa juga tidak. Salah satu cerita wisatawan yang berkunjung ke Makam Sunan Muria dapat dibaca disini.

Air Terjun Monthel

Air Terjun Monthel dilihat dari kejauhan

Air terjun Monthel terletak di daerah Colo, Kecamatan Dawe, sekitar 18 km dari Kota Kudus. Ketinggian air terjun ini sekitar 25 meter. Pada musim penghujan debitnya besar dan berkurang agak drastis saat kemarau. Dapat ditempuh dalam waktu sekitar setengah jam dari Makam Sunan Muria.

 

Sumber Air Tiga Rasa

Sumber Air Tiga Rasa di Kawasan Wisata Rejenu

Air Tiga Rasa terletak di dekat makam Syaikh Syadzali, Kawasan wisata Rejenu, Dawe Kudus.  Airnya memiliki tiga rasa, yang konon memiliki khasiat berbeda. Air pertama berkhasiat menjadi obat penyakit, air kedua berkhasiat menumbuhkan rasa percaya diri dalam menghadapi permasalahan hidup, dan air ketiga dipercaya berkhasiat dalam bidang rezeki. Jika dicampur rasanya akan menjadi tawar.

Untuk menuju ke Air Tiga Rasa ini, aksesnya memang masih cukup jauh dan sulit. Letaknya sekitar 3 km dari taman parkir wisata Sunan Muria. Akses ke lokasi hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki atau mengendarai sepeda motor. Kamu yang tak ingin jalan kaki bisa memanfaatkan jasa ojek yang ada di area parkir makam Sunan Muria. Jalan berkelok dan menanjak akan ditemui sepanjang perjalanan. Pemandangan yang indah dan udara yang dingin akan menambah sensasi yang berbeda.

Goa Jepang

Goa Jepang di Kawasan Colo

Gua Jepang ini terletak di lereng Gunung Muria, tempatnya tidak jauh dari objek wisata di dekat Desa Colo yaitu air tiga rasa, dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Jarak tempuh sampai lokasi dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan cara menyusuri sungai dan jalan terjal setapak di lereng Gunung Muria. Tempat wisata ini berupa gua yang dibuat pada jaman penjajahan Jepang, dengan panjang sekitar 100 m, tinggi 2-3 meter dan lebar 1,5 – 2 meter.

diolah dari berbagai sumber


Bagikan Artikel Ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares