Bingung dengan Limbah Diapers? Ini Solusinya!

Bagikan Artikel Ini
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Siapa yang tidak kenal diapers? Rasanya sekarang ini hampir tidak ada balita yang tidak pernah memakai diapers. Pemakaian diapers memang praktis dan sangat membantu orang tua. Diapers terdiri dari dua komponen utama, yaitu celana luar dan isi gel penyerap. Celana luar diapers didesain untuk tetap kering sehingga bayi merasa nyaman. Bagian kedua adalah gel penyerap yang berfungsi untuk menyerap cairan ompol bayi. Gel memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air hingga ratusan kali massanya. Karena merupakan barang sekali pakai, maka setelah digunakan tentu saja akan menjadi limbah diapers.

Penggunaan diapers yang paling umum adalah pada saat bepergian dan tidur di malam hari. Seorang bayi menghabiskan setidaknya satu atau dua diapers setiap hari. Bisa dibayangkan berapa banyak limbah diapers yang dihasilkan selama setahun oleh jutaan bayi di Indonesia. Kebanyakan limbah diapers tersebut dibuang begitu saja ke tempat sampah, ke sungai atau dimana saja. Padahal diapers merupakan salah satu jenis sampah anorganik yang sulit terurai oleh mikroba tanah. Proses penguraiannya membutuhkan waktu ratusan tahun.

Limbah diapers sebenarnya masih dapat dimanfaatkan. Baik celana luar maupun bagin gel penyerapnya. Celana luar dapat digunakan lagi sebagai popok daur ulang, sedangkan gel penyerapnya bisa digunakan sebagai media tanam. Bagaimana caranya?

Cara Membuat Popok Daur Ulang

Vivin Windari, Ibu rumah tangga yang juga seorang blogger memiliki pengalaman membuat popok daur ulang. Selain tetap praktis, popok daur ulang juga ekonomis. Berikut ini langkahnya.

  1. Sobek bagian tengah dalam diapers bekas pakai, buang gel-nya. Cuci hingga bersih (pencucian normal seperti mencuci pakaian bayi yang lain),
  2. Siapkan insertnya. Bisa memakai kain bedong bayi yang sudah dipotong sesuai kebutuhan, dan ditambah celana bayi yang sudah molor sehingga tidak terpakai. Semakin bertambah usia bayi, insert yang dibutuhkan semakin tebal, agar tidak tembus. Bentuk dan ketebalan insert dapat disesuaikan demi kenyamanan bayi.
  3. Pasang insert pada bagian dalam diapers.
  4. Diapers siap digunakan

Setelah beberapa kali pemakaian, diapers daur ulang ini akan mengalami kerusakan, biasanya molor di bagian atas sehingga tidak dapat digunakan lagi. Meski demikian, jangan langsung dibuang, cuci bersih sekali lagi lalu gunakan sebagai materil pengisi bantal. Rasanya tidak kalah nyaman dengan bantal kapuk atau busa.

Limbah Diapers sebagai Media Tanam

Prezi.com, situs yang memuat berbagai tulisan menarik dalam bentuk slide dan video menampilkan presentasi Juniah Choco yang berjudul Pemanfaatan Solusi Kreatif Pemanfaatan Limbah Diapers Sebagai Campuran Media Tanam Alternatif (Hidrogel) Dan Pemanfaatan Sampah Botol Plastik. Berikut uraiannya.

Alat dan Bahan
1. Diapers bekas
2. Air
3. EM-4
4. Nutrisi tanaman
5. Sampah botol plastik
6. Tanah yang sudah dicampur sekam
7. Pacul
8. Gunting
9. Sarung tangan
10. Masker
11. Bibit tomat dan cabe

Cara Pembuatan
1.Gunakan sarung tangan dan masker.
2. Gunting diapers dan keluarkan isinya.
3. Ambil gelnya masukan dalam ember kemudian semprot EM-4 (bakteri pengurai). Urine berfungsi sebagai POC (pupuk organik cair)
4. Tutup embernya dengan rapat dan biarkan selama 7 hari.
5. Setelah 7 hari hidrogel ditiriskan selama 30 menit kemudian dicampur dengan media tanah/nutrisi hidroponik.
6. Lalu campur hidrogel yang telah mengembang dengan 1/3 bagian media tanam secara merata ( perbandingan campurannya : hidrogel 1 bagian dan media tanam 3 bagian ).
7. Masukan 3/4 bagian campuran media tanam yang telah dicampur dengan hidrogel kedalam botol plastik bekas, kemudian masukan tanaman disusul dengan sisa 1/4 bagian media tanam yang telah dicampur hidrogel.
8. Tutup lagi dengan tanah yang tersisa. +/- 5 cm dari permukaan tanah untuk menghindari kontak langsung dengan sinar ultraviolet yang akan menyebabkan kerusakan hidrogel.

Manfaat
1. Mengurangi frekuensi penyiraman
2. Mengurangi hilangnya air dan nutrisi
3. Meningkatkan pertumbuhan tanaman
4. Mengurangi pencemaran lingkungan
5. Mengurangi sampah botol plastik.

Nah, sudah tidak bingung lagi kan dengan pemanfaatan limbah diapers?

Baca juga


Bagikan Artikel Ini
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *